Pelaksanaan Ujian sekolah Berstandar Nasional (USBN) PAI sudah diujicobakan selama 4 tahun sejak tahun ajaran 2008/2009 sampai dengan 2011/2012, dan telah menghasilkan pemetaan berupa peningkatan kwantitas partisipasi juga peningkatan mutu pembelajaran PAI diberbagai Kabupaten/Kota di seluruh Daerah demikian ditulis dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Islam. Dan memang demikian adanya bahkan di Kota Bogor penyelenggaraan USBN PAI Tahun 2012 telah dilaksanakan sedemikian rapi-nya, dikoordinir oleh MKKS Kota Bogor dibawah komando Bapak Sueb, Msi. Pemeriksaannnya pun sudah menggunakan alat pemindai yang dilakukan oleh pihak ke 3 dan hasilnya alhamdulillah sungguh sangat membanggakan dan kejujuranpun saat itu dipertaruhkan.
Rabu, 16 Januari 2013
Selasa, 23 Oktober 2012
Haji Dan Umroh
A. Pengertian Dan
ketentuan Haji Dan Umrah
Kata Haji menurut bahasa artimya
“Menyengaja”. Menurut istilah Haji berarti mengunjungi Baitullah di Mekkah
dengan niat melakukan Ibadah semata-mata karena Allah SWT. Dengan syarat-syarat
dan waktu yang sudah ditentukan.
وَللهِ
عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً
Artinya : “….Mengerjakan Haji adalah kewajiban
manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan
perjalanan ke Baitullah”. (QS.Ali Imran : 97).
Syarat wajib
melaksanakan ibadah haji.
1.
Islam
2.
Berakal Sehat
3.
Baligh
4.
Mampu (Istitha’ah) yaitu :
-
Sehat Jasmani
-
Ada bekal untuk biaya perjalanan dan untuk orang
yang ditinggalkan
-
Ada kendaraan
-
Aman di perjalanannya.
-
Bagi Wanita harus ada muhrim
Label:
Materi Ajar Kelas IX
Lokasi:
Bogor, Indonesia
Jumat, 19 Oktober 2012
Penyembelihan Hewan
A. Tata Cara
Penyembelihan Hewan
1.
Pengertian Penyembelihan Hewan
Menurut bahasa menyembelih artinya baik dan suci.
Maksudnya, bahwa hewan yang disembelih sesuai dengan aturan syara menjadikan
hewan yang disembelih itu baik dan suci serta halal untuk dimakan.
Sedangkan menyembelih menurut istilah adalah
mematikan atau melenyapkan roh hewan dengan cara memotong saluran napas dan
saluran makanan serta urat nadi utama dilehernya dengan alat tertentu selain
tulang dan kuku agar halal dimakan.
2.
Rukun Dan Syarat Penyembelihan Hewan
a.
Penyembelih, syarat orang yang menyembelih adalah :
1) Beragama Islam atau
ahli kitab
2) Baligh dan berakal
3) Menyembelih dengan
sengaja
4) Bisa melihat (tidak
buta)
b. Hewan yang
disembelih, syarat hewan
yang disembelih adalah :
1) Masih dalam keadaan
hidup
2) Halal dimakan
Binatang yang disembelih itu ada dalam dua
keadaan, yaitu keadaan binatang yang mudah disembelih dilehernya dan keadaan
binatang yang susah disembelih di lehernya.
Binatang yang mudah disembelih di
lehernya, hendaklah disembelih di lehernya, yaitu dipotong urat saluran makan
(kerongkongan) dan saluran napas (tenggorokan), kedua urat ini harus putus.
Sedangkan binatang yang susah disembelih dilehernya karena liar atau karena
terperosok ke dalam lubang sehingga tidak bisa disembelih di lehernya, maka
penyembelihan bisa dilakukan di bagian badan yang mana saja asal bisa
menyebabkan mati karena lukanya itu.
Perlu dijelaskan pula bila di dalam
binatang yang disembelih terdapat janin atau anak binatang dan didapatkan dalam
keadaan mati dalam perut induknya setelah induknya disembelih, maka anaknya
juga halal untuk dimakan, karena kematiannya itu disebabkan kematian induknya
yang disembelih.
Selasa, 16 Oktober 2012
Qanaah dan Tasamuh
A. Pengertian Qanaah dan
Tasamuh
1.
Qanaah
Menurut bahasa qanaah berarti merasa cukup,
sedangkan menurut istilah qanaah berati merasa cukup dan menerima atas apa yang
telah diberikan Allah swt kepada kita, sehingga mampu menjauhkan diri dari
sikap tamak, dan sikap tidak puas yang berlebihan.
Qanaah bukan berarti diam berpangku tangan dan
bermalas-malasan tidak mau meningkatkan kesejahteraan hidup tapi sesungguhnya orang
yang qanaah adalah orang yang sangat kuat dan bersahaja, dia giat berusaha
sekuat tenaga untuk mendapatkan yang dicita-citakan. Namun apabila menemui
kegagalan dia tidak pernah berpuus asa dan kecewa, bahkan ia selalu sabar dan
husnuzhan dengan keputusan Allah, karena dia punya keyakinan bahwa dibalik
semua peristiwa dalam hidup pasti ada hikmahnya. Dan beruntunglah orang-orang
yang selalu merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya.
Sabda Nabi Muhammad SAW :
عَنْ فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ
أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
طُوبَى لِمَنْ هُدِيَ إِلَى الإِْسْلاَمِ وَكَانَ عَيْشُهُ كَفَافًا وَقَنَعَ
(رواه الترمذي)
Artinya :
Dari Fadlolah bin Ubaid bahwasanya dia mendengar
Rasulullah saw bersabda : Sungguh berbahagialah orang yang mendapatkan hidayah
Islam dan penghidupannya sederhana serta mau menerima apa adanya. (HR.
Tirmidzi)
Rabu, 10 Oktober 2012
Pelaksanaan UTS Ganjil 2012/2013
Setelahnya kegiatan Belajar Mengajar melewati masa 8 s.d 9 minggu maka sudah saatnya untuk melaksanakan Ulangan Tengah Semester atau yang sering disingkat UTS. Periode ulangan yang dilakukan setelah 8-9 minggu berlangsungnya KBM sering juga ada yang menyebutnya dengan sebutan MID SEMESTER, ada juga yang menyebeutnya dengan istilah ulangan umum tengah semester, ada juga yang menyebutkan ujian tengah semester, padahal bila kita melihat permendiknas No. 20 tahun 2007 tentang penilaian keragaman istilah itu semestinya tidaklah terjadi karena dalam lampiran permen tersebut hurup A angka 5 disebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut disebut ULANGAN TENGAH SEMESTER.
Selasa, 28 Agustus 2012
HALAL BI HALAL 1433 H
Sudah menjadi kebiasaan setiap tahunannya di hari pertama masuk sekolah setelah lebaran idul fitri, di SMPN 5 diadakan acara halal bil halal dalam dua sesi. Sesi Pertama Halal bi halal antara guru-guru dan murid yang dilakukan di lapangan upacara, dan sesi kedua halal bi halal guru dengan guru dan mantan guru juga para sesepuh SMPN 5. Pada halal bi halal sesi pertama semua guru agama tampil sebagai pengisi acara dalam format syarhil qur'an dengan pembaca Al Quran Ustadz Havidz dan Ustadz Mahmudin dan Sari tilawah Ustadzh Fitriyani Ibrahim namun sayang Ustadzh Fitri berhalangan hdir dan sebagai gantinya saritilawah dibacakan oleh ibu siti nurjanah, dan sebagai pensyarhil quran adalah admin blog ini yaitu Farhan Syaddad. Ayat yang dibacakan pada kesempatan ini adalah Q.S. Ali Imran ayat 133 s.d. 135 berikut ini :
وَسَارِعُوا
إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ
أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (١٣٣)
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ
وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (١٣٤) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا
فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا
لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا
فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ(١٣۵)
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan
kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk
orang-orang yang bertaqwa, (QS. 3:133)
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di
waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
(QS. 3:134)
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan
keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun
terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari
pada Allah - Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka
mengatahui. (QS. 3:135)
Rabu, 01 Agustus 2012
Hukum Makan Ketika Adzan Shubuh
Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi berbagai nikmat. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Suatu hal yang membuat kami rancu adalah ketika mendengar hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang secara tekstual jika kami perhatikan menunjukkan masih bolehnya makan ketika adzan shubuh.
Hadits tersebut adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِىَ حَاجَتَهُ مِنْهُ
“Jika salah seorang di antara kalian mendengar azan sedangkan
sendok terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan
sendok tersebut hingga dia menunaikan hajatnya hingga selesai.”[1]
Hadits ini seakan-akan bertentangan dengan ayat,
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ
لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang
hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang)
malam.” (QS. Al Baqarah: 187). Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah Ta’ala membolehkan
makan sampai terbitnya fajar shubuh saja, tidak boleh lagi setelah itu.
Lantas bagaimanakah jalan memahami hadits yang telah disebutkan di
atas?
Alhamdulillah, Allah memudahkan untuk mengkaji hal ini dengan melihat kalam ulama yang ada.
Kamis, 26 Juli 2012
Meningkatkan Keimanan Kepada Hari Akhir
A. Pengertian Iman
Kepada Hari Akhir
Hari akhir atau hari kiamat adalah hari
saat makhluk-makhluk Allah hancur atau binasa. Pada hari itu semua
yang ada di dunia akan hancur lebur berantakan seperti anai-anai yang
beterbangan.
Beriman kepada hari kiamat artinya
mempercayai dengan sepenuh hati bahwa hari kiamat itu pasti akan datang dan seluruh ummat manusia akan kembali
dibangkitkan dari alam kubur untuk menerima pengadilan dari Allah swt sebagai
hakim yang Maha Adil.
Hal ini sesuai dengan Firman Allah swt.
dalam surat Al Haj : 7 yang berbunyi :
وَأَنَّ
السَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لاَّرَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَن فِي
الْقُبُورِ
Artinya
:
Dan
Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan
bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. (Q.S. Al Hajj : 7)
Rabu, 25 Juli 2012
Hadits Tentang Menuntut Ilmu
Elmu Tuntut Dunya Siar, nyuprih elmu panemu nyiar pangabisa geus aya mah elmu teh moal beurat mamawa malahanmah ceuk dina hiji sisindiran dicarioskeun :
SING GETOL NGINUM JAJANU
NU GUNA NGUATKEUT URAT
SING GETOL NYA NYIAR ELMU
NU GUNA DUNYA AKHIRAT
Maksud dari tulisan di atas adalah bahwa kita harus mau menuntut ilmu dan mencari harta sebab jika kita telah memiliki ilmu hidup ini akan jauh lebih mudah. Dan teruslah mencari ilmu serta mengamalkannya agar bermanfaat di dunia dan akhirat.
Berikut ini Beberapa Hadits Tentang Menuntut Ilmu
Berikut ini Beberapa Hadits Tentang Menuntut Ilmu
Hadits 1
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ
عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ
لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ
يَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانِ فِي
الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى
سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ إِنَّ
اْلأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلاَ دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا
الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ ( رواه احمد والترمذي وأبو
داود وابن ماجه)
Senin, 23 Juli 2012
Memahami Ajaran Q.S. At Tiin : 1-8
ســـــــــــــــــــــورة
التين
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَالتِّينِ
وَالزَّيْتُونِ ١ وَطُورِ سِينِينَ ٢ وَهَذَا الْبَلَدِ
اْلأَمِينِ ٣ لَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنسَانَ
فيِ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ ٤ ثُمَّ رَدَدْنَاهُ
أَسْفَلَ سَافِلِينَ ٥ إِلاَّالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ
أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ٦ فَمَايُكَذِّبُكَ
بَعْدُ بِالدِّينِ ٧ أَلَيْسَ اللَّهُ
بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ٨
Artinya
:
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayan
1)
Demi (buah) Tin
dan (buah) Zaitun
2)
dan demi bukit
Sinai
3)
dan demi kota
(Mekah) yang aman ini
4)
Sungguh Kami
telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
5)
Kemudian Kami
kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya
6)
kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka bagi mereka pahala
yang tidak ada putus-putusnya.
7) Maka apa yang
menyebabkan (mereka) mendustakanmu
(tentang) hari pembalasan setelah (adanyanya keterangan-keteterangan) itu ?
8)
Bukankah Allah
Hakim yang paling adil?
Langganan:
Postingan (Atom)

